Minggu, 15 Juli 2018

HUKUM BACAAN "QALQALAH"

HUKUM  BACAAN: QALQALAH
Makalah ini diajukan untuk memenuhi  tugas mata kuliah “Baca Tulis Al-Qur’an”
Yang diampu oleh: Afif Saiful Mahmudin, M.Pd.I



Disusun oleh:
Danu Sasongko 210317309
Efrileo Brian Adam Perdana 210317318
Mualifah Khoirunnisa 210317316


Kelompok 6. PAI. J
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Qur’an merupakan Kitab Suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an merupakan Kitab yang sarat akan makna. Untuk mendapatkan pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an, maka perlu mempelajari cara membaca Al-Qur’an tersebut. Cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar bisa dipelajari dengan ilmu Tajwid.
Menurut KH. Imam Zarkasyi dalam muqaddimah buku Pelajaran Tajwid menyatakan bahwa “mudah-mudahan maksud saya dan maksud Ilmu Tajwid dalam berkhidmat memperbaiki atau memelihara pembacaan Al-Qur’an, daat tercapai dengan keridhaan Ilahi”. Dengan kata lain Ilmu Tajwid menjadi jalan untuk menyempurnaan bacaan Al-Qur’an demi keridhaan Ilahi.
Saat ini, meskipun pembelajaran Tajwid sudah banyak dilakukan di sekolah atau madrasah, tidak sedikit yang kemampuan membaca Al-Qur’annya kurang menerapkan pengajaran Ilmu Tajwid. Sehingga perlu pembelajaran lebih mendalam pada beberapa materi dalam Tajwid. Salah satunya adalah materi tentang huruf Qalqalah.
Hingga kini masih banyak yang belum memahami dan menerapkan hukum bacaan Qalqalah tersebut tiap kali membaca Al-Qur’an, yang lambat laun mengkhawatirkan akan terjadinya perubahan makna akibat kesalahan tilawah. Seperti kurang jelasnya bunyi huruf qalqalah ketika waqaf karena tidak dipantulkan. Untuk menghindari itu semua, maka kami menyusun makalah ini untuk lebih memahami maksud dari Qalqalah dan penerapannya dalam tilawatil Qur’an. Sehingga dapat memperbaiki bacaan Qalqalah yang kurang benar.






B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian hukum Qalqalah?
2. Apa pembagian hukum Qalqalah?
3. Bagaimana cara membaca bacaan yang mengandung huruf Qalqalah?
4. Bagaimana cara menulis bacaan yang mengandung Qalqalah?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian hukum Qalqalah
2. Mengetahui pembagian hukum Qalqalah
3. Mengetahui cara membaca bacaan yang mengadung hukum Qalqalah
4. Mengetahui cara menulis bacaan yang mengandung hukum Qalqalah














BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Qalqalah (Getaran Suara)
Berkata Imam Ibnu Jazariy Rmh. :
…………..قَلْقَلَةُ قُطْبُ جَدَّ +..............
Ya’ni : Huruf yang bersifat qalqalah ada 5 terhimpun di dalam perkataan قُطْبُ جَدّ . Qalqalah artinya goncangan suara keras atau pantulan (kembalian) dari suara kuat yang tersumbat di dalam makhrojnya. Di muka sudah dimengerti bahwa huruf 5 ini bersifat jahr dan syiddah. Di mana jahr adalah nafasnya tercegah dan syiddah suaranya terhambat. Maka huruf 5 ini kalau hanya dibaca dengan sifat jahr dan syiddahnya saja masih menghasilkan bacaan yang samar, tidak bisa dimengerti huruf apa yang dibaca. Maka untuk menghasilkan bacaan huruf 5 ini , wajib diqolqolahkan. Ya’ni memantulkansuara yang keras dengan membuka makhrojnya yang tersumbat itu. Dan caranya dengan seketika, jangan terpisah lama-lama antara syiddah dan qolqolahnya. Dan juga jangan dicampuri desisan nafas (Jim menjadi seperti Ca, Qof  menjadi Kaf) karena huruf-huruf ini tidakbersifat Hams. Rajanya huruf qalqalah adalah Qaf karena kuatnya tekanan makhrojnya an isti’laknya. Sebagaimana tho’ menjadi rajanya huruf Ithbaq.
Sebaliknya, bagi huruf-huruf yang tidak bersifat qalqalah jangan digoncagkan pembacaannya seperti مَحْفُوظءْ, وَإِذْءْ, قَالَ.
Yang sering terjadi kalau membaca Dhod sukun seperti
مِنْ فَضْلِهِ , فِيْ تَضْلِيْل.


Qalqalah(القَلْقَلَةُ)  menurut bahasa artinya:
التَّحَرُّكُ وَ الإِضْطِرَابُ
Bergerak dan bergemetar
Sedangkan menurut istilah qalqalah ialah:
صَوْتٌ زَائِدٌ قَوِيٌ جَهْرِيٌّ يَحْدُثُ فِيْ مَخْرَجِ الحَرْفِ السَّاكِنِ بَعْدَ ضَغْطِهِ
Suara tambahan (pantulan) yang kuat dan jelas yang terjadi pada huruf yang bersukun setelah menekan pada makhraj huruf tersebut.
Huruf-huruf qalqalah ada 5, yaitu: qaf ,(ق)  tha’,(ط) ba’,(ب) jim,(ج) dan dal(د). Seluruhnya terkumpul dalam kalimat: قَطْبُ جَدٍ. 
Qalqalah merupakan salah satu dari sifat-sifat huruf yang tidak berlawanan. Qalqalah menurut bahasa berarti goncangan. Yaitu huruf apabila diucapkan terjadi goncangan pada makhrojnya sehingga terdengar pantulan suara yang kuat. 
Qalqalah dapat diartikan juga dengan huruf yang memantul. Cara membacanya dengan dipantulkan/bergoncang. Terjadi apabila ada salah satu huruf: qaf, thaa’, baa’, jiem, dan dal (      ق ط ب ج د  ) yang sukun (mati). Hurufnya disingkat menjadi قِطْبُ جَدِ.
Misalnya:
ق : الفَلَقْ
ط: بَطْشَ
ب : وَقَبْ
ج : يَجْعَلْ
د : مَسَدْ
B. Pembagian Qalqalah
Dalam ilmu tajwid, qalqalah terbagi menjadi dua, yaitu qalqalah shugro dan qalqalah kubra.
1. Qalqalah Shughra (قَلْقَلَةٌ صُغْرَى)
Shughra artinya kecil. Qalqalah shughra menurut istilah ialah:
فَإِنْ كَانَ سُكُوْنُهَا أَصْلِيَّا فَهِيَ صُغْرَي
Jika huruf qalqalah bertanda sukun ashli, maka ia dinamakan qalqalah shughra.
Diterangkan pengertian qalqalah shughra yang  lain, yaitu:
فَمَا سَكَنَ مِنْهَا فِيْ وَسَطِ الكَلِمَةِ يُسَمَّي قَلْقَلَةٌ صُغْرَي
Apabila huruf qalqalah tersebut bersukun di tengah kalimat, maka diamkan qalqalah shughra.
Berdasarkan du definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa qalqalah shughra terjadi pada dua kondisi, yaitu apabila huruf qalqalah:
a. Bersukun ashli
b. Bersukun di tengah kalimat
Qalqalah Shughra berarti qalqalah yang lebih kecil. Yaitu apabila ada salah satu huruf: qaf, thaa’, baa’, jiem, dan dal (      ق ط ب ج د  ) yang sukun (mati) dan matinya itu dari asal kata-kata dalam bahasa Arab, maka hukum bacaannya disebut Qalqalah Shughra.

Contoh:
ق : يَقْطَعُوْنَ
ط : يُطْفِعُوْنَ
ب : إِبْرَاهِيْمَ
ج : يَجْعَلُ
د : يُدْخِلُوْنَ
2. Qalqalah Kubra (قَلْقَلَةٌ كُبْرَى)
Kubra artinya besar. Qalqalah kubra menurut istilah ialah:
إِنْ كَانَ سُكُوْنُهَا عَارِضًا فِيْ الوَقْفِ فَهِيَ كُبْرَي
Jika huruf qalqalah bersukun ‘aridh karena diwaqafkan, maka ia dinamakan qalqalah kubra.
Kemudian dalam kitab Al-Qaulus Sadid diterangkan pengertian qalqalah kubra yang lain, yaitu:
وَمَا سَكَنَ مِنْهَا فِيْ آخِرِ الكَلِمَةِ يُسَمَّي قَلْقَلَةٌ كُبْرَي
Apabila huruf qalqalah tersebut bersukun di akhir kalimat, maka ia dinamakan qalqalah kubra.
Dalam buku Pelajaran Ilmu Tajwid terdapat definisi lain tentang Qalqalah Kubra.
Qalqalah Kubra artinya Qalqalah yng lebih besar. Yaitu apabila ada salah satu huruf: qaf, thaa’, baa’, jiem, dan dal (      ق ط ب ج د  )  dari sebab waqaf  (berhenti) atau titik koma, maka hukum bacaannya disebut : Qalqalah Kubra.

Contoh:
ق : مِنْ خَلَقْ
ط : سَوَاءَالصِّرَاطْ
ب : اُوْلُوْالأَلْبَابْ
ج : وَالسَّمَآءِ ذَاتِ البُرُوْجْ
د : ماَيُرِيْد
Berdasakan dua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa qalqalah kubra terjadi apabila huruf qalqalah:
a. Bersukun ‘aridh karena diwaqafkan. Dengan kata lain, huruf tersebut asalnya berharakat tetapi menjadi bersukun karena dibaca waqaf.
b. Bersukun di akhir kalimat.
Memantulkan dengan ringan, apabila huruf  Qalqalahnya bersukun asli, yang terletak di tengah kata. Contoh:
وَالعَدِيَتِ ضَبْحًا



 



                              Memantulkan dengan berat/jelas, apabila  huruf  qalqalahnya bersukun karena waqaf dan terletak di akhir bacaan.  Contoh:
قُلْ هُوَ اللَّه أَحَدٌ
C. Membaca Contoh Bacaan Yang Mengandung Huruf Qalqalah
Membacanya dengan bergoncang/berpantul. Dengan memantulkan suara yang keluar dari penucapan huruf tersebut di atas. Qalqalah shughra cara membacanya dengan pantulan hurufnya sedikit, sedangkan Qalqalah Kubra membacanya dengan pantulan hurufnya cukupan atau sangat.
Contoh:
Pantulan hurufnya sedikit: حَبْلُ
Pantulan hurufnya cukupan: وَقَبْ
Pantulan hurufnya sangat: عِقَابْ.
D. Menulis Contoh Bacaan Yang Mengandung Huruf Qalqalah
Cara menulis di tengah : ببْب
Cara menulis di akhir: ببْ
Cara menulis sesudah mad:  با بْ
Cara menulis dengan ditasydid: ببّ.


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
Bacaan qalqalah pada bagian bertanda merah merupakan qalqalah kubra. Karena qalqalahnya timbul karena waqaf, maka cara membacanya dengan memantulkan hurufnya dengan sangat. Juga karena terdapat tasydid, maka membacanya ditekan terlebih dahulu lalu dipantulkan.
  مَاأَغْنَي عَنْهُ مَا لُهُ وَ مَا كَسَبَ
Bacaan qalqalah pada bagian bertanda merah merupakan qalqalah kubra, karena bukan merupakan huruf qalqalah yang sukunnya karena kata asli, melainkan sukunnya akibat waqaf. Sehingga membacanya dipantulkan dengan pantulan yang sedang atau cukupan.
 سَيَصْلَي نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
Bacaan qalqalah pada bagian yang bertanda merah dari ayat di atas merupakan qalqalah kubra, karena huruf qalqalah berada di akhir ayat dan menjadi sukun karena waqaf. Maka membacanya dengan memantulkan huruf qalqalah tersebut secara sedang atau cukupan.
 وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الحَطَبِ
Bacaan qalqalah pada bagian yang bertanda merah pada ayat tersebut merupakan qalqalah kubra. Dimana terdapat huruf qalqalah di akhir ayat yang sukunnya karena waqaf. Maka termasuk dalam qalqalah kubra yang membacanya diantulkan dengan cukupan.
 فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ
Pada ayat tersebut terdapat 2 bacaan qalqalah. Yang pertama merupakan qalqalah shughra, karena ba’ sukun yang berapa di tengah kalimat tersebut merupakan kata asli dari  حَبْلٌyang membacanya dengan sedikit pantulan. Sedangkan qalqalah yang kedua merupakan qalqalah karena sebab waqaf. Yaitu terdapat huruf qalqalah yang sukun akibat waqaf, maka membacanya dipantulkan secukupnya.





























BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Qalqalah merupakan huruf-huruf yang pengucapannya dengan jahr dan syiddah. Sehingga pengucapannya yang kurang tepat  menjadikan huruf qalqalah tersebut tidak nampak atau samar. Sehingga untuk menjelaskan bunyi huruf qalqalah tersebut perlu dipantulkan. Huruf qalqalah tersebut adalah Qaf, Tho’, Ba’, Jim, dan Dal. Atau diringkas menjadi قُطْبُ جَدّ.
Qalqalah dibagi menjadi 2, yaitu: Qalqalah Shughra dan Qalqalah Kubra. Qalqalah Shughra adalah huruf qalqalah yang bertanda sukun asli dari kalimat tersebut. Seperti حَبْلُ. Sedangkan Qalqalah Kubra adalah huruf qalqalah yang sukun akibat waqaf. Seperti عِقَابْ yang pada awalnya bukanlah bertanda baca sukun.
Cara membaca huruf qalqalah adalah dengan dipantulkan. Bisa dipantulkan sedikit seperti pada qalqalah shughra atau dipantulkan cukupan sampai sangat pada qalqalah kubra.
Cara penulisan huruf qalqalah adalah sama dengan cara penulisan huruf hijaiyah bersambung pada umumnya, hanya saja cara membacanya yang berbeda.
B. Saran
Dengan ini semoga dapat menjadi ilmu bermanfaat yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya ketika tilawatil Qur’an. Juga dapat diajarkan pada orang sekitar. Karena sebaik-baik orang yang belajar Al-Qur’an adalah yang juga mengajarkan Al-Qur’an. خيركممن تعلم القرآن و علمه

Daftar Rujukan
Annuri Ahmad,  2011, Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur’an & Ilmu Tajwid, Jakarta Timur, Pustaka Al-Kautsar
 ‘Alwi  Basri, 2009, Pokok-pokok Ilmu Tajwid, Malang, Ma’had Addirosiyah Al-Qur’aniyyah
Basthul Maftuh birri, 2016,  Ilmu Tajwid Bacaan Al-Qur’an,  Lirboyo, Madrasah Murottilil Qur’anil Karim
Zarkasyi Imam, 1995, Pelajaran Tajwid, Ponorogo, Trimurti


Tidak ada komentar:

Posting Komentar